PT. Garuda Globalindo (Biro Iklan Resmi Semua Media)
PT. Garuda Globalindo | biro iklan kompas | Iklan Daerah | iklan Duka Cita | Iklan Nasional | Iklan Nusantara | biro iklan pos kota | biro iklan harian terbit | biro iklan media indonesia | biro iklan bisnis indonesia | biro iklan rakyat merdeka | biro iklan haria pelita | biro iklan replubika | biro iklan suara pembaharuan | biro iklan seputar indonesia | biro iklan shangbao
Showing posts with label iklan kompas karir. Show all posts
Showing posts with label iklan kompas karir. Show all posts
Contoh Iklan
- CONTOH IKLAN KORAN AMBON EXPRESS
- CONTOH IKLAN KORAN ANALISA
- CONTOH IKLAN KORAN BALI EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN BALIKPAPAN POST
- CONTOH IKLAN KORAN BALI POST
- CONTOH IKLAN KORAN BANDUNG EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN BANGKA BELITUNG POS
- CONTOH IKLAN KORAN BANGKA POS
- CONTOH IKLAN KORAN BANJARMASIN POST
- CONTOH IKLAN KORAN BANTEN POST
- CONTOH IKLAN KORAN BANTEN RAYA POST
- CONTOH IKLAN KORAN BATAM NEWS
- CONTOH IKLAN KORAN BATAM POS
- CONTOH IKLAN KORAN BATANGHARI EKPRES
- CONTOH IKLAN KORAN BENGKULU EXPRES
- CONTOH IKLAN KORAN BERITA KOTA (SUPER BALL)
- CONTOH IKLAN KORAN BERNAS JOGJA
- CONTOH IKLAN KORAN BISNIS INDONESIA
- CONTOH IKLAN KORAN BUNGO POS
- CONTOH IKLAN KORAN BUTE EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN CENDRAWASIH
- CONTOH IKLAN KORAN CIANJUR EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN CIKARANG EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN DUMAI POS
- CONTOH IKLAN KORAN EMPAT LAWANG POS
- CONTOH IKLAN KORAN ENIM EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN EQUATOR
- CONTOH IKLAN KORAN FAJAR MAKASAR
- CONTOH IKLAN KORAN GALAMEDIA
- CONTOH IKLAN KORAN GUO JI RI BAO
- CONTOH IKLAN KORAN GORONTALO POST
- CONTOH IKLAN KORAN HARIAN BANYUASIN
- CONTOH IKLAN KORAN HARIAN TERBIT
- CONTOH IKLAN KORAN INDO POS
- CONTOH IKLAN KORAN INVESTOR DAILY
- CONTOH IKLAN KORAN JAKARTA GLOBE
- CONTOH IKLAN KORAN JAKARTA POST
- CONTOH IKLAN KORAN JAMBI EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN JAMBI INDEPENDENT
- CONTOH IKLAN KORAN JAMBI STAR
- CONTOH IKLAN KORAN JATENG POS
- CONTOH IKLAN KORAN JAWA POST
- CONTOH IKLAN KORAN JURNAL NASIONAL
- CONTOH IKLAN KORAN KALIMANTAN POST
- CONTOH IKLAN KORAN KALTENG POST
- CONTOH IKLAN KORAN KALTIM POST
- CONTOH IKLAN KORAN KAPUAS POST
- CONTOH IKLAN KORAN KARAWANG EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN KEBUMEN EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN KEDAULATAN RAKYAT
- CONTOH IKLAN KORAN KENDARI EXPRESS
- CONTOH IKLAN KORAN KENDARI POST
- CONTOH IKLAN KORAN KOMPAS
- CONTOH IKLAN KORAN KONTAN
- CONTOH IKLAN KORAN KORAN JAKARTA
- CONTOH IKLAN KORAN KORAN TEMPO
- CONTOH IKLAN KORAN KUN DIAN RI BAO
- CONTOH IKLAN KORAN LAHAT POS
- CONTOH IKLAN KORAN LAMPU HIJAU
- CONTOH IKLAN KORAN LAMPUNG POST
- CONTOH IKLAN KORAN LINGGAU POS
- CONTOH IKLAN KORAN LOMBOK POST
- CONTOH IKLAN KORAN MAGELANG EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN MALANG EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN MALANG POST
- CONTOH IKLAN KORAN MANADO POST
- CONTOH IKLAN KORAN MEDIA INDONESIA
- CONTOH IKLAN KORAN MEMORANDUM JEMBER
- CONTOH IKLAN KORAN MEMORANDUM KEDIRI
- CONTOH IKLAN KORAN MEMORANDUM MALANG
- CONTOH IKLAN KORAN MEMORANDUM SURABAYA
- CONTOH IKLAN KORAN MERANGIN EKPRES
- CONTOH IKLAN KORAN METRO ACEH
- CONTOH IKLAN KORAN METRO ASAHAN
- CONTOH IKLAN KORAN METRO BALIKPAPAN
- CONTOH IKLAN KORAN METRO BANJAR
- CONTOH IKLAN KORAN METRO BATAM POST
- CONTOH IKLAN KORAN METRO MANDAU
- CONTOH IKLAN KORAN METRO ROHIL
- CONTOH IKLAN KORAN METRO ROHUL
- CONTOH IKLAN KORAN METRO SIANTAR
- CONTOH IKLAN KORAN METRO TABAGSEL
- CONTOH IKLAN KORAN METRO TAPANULI
- CONTOH IKLAN KORAN MUBA
- CONTOH IKLAN KORAN NERACA
- CONTOH IKLAN KORAN NONSTOP
- CONTOH IKLAN KORAN OGAN EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN OGANILIR EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN OKU EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN OKU SELATAN
- CONTOH IKLAN KORAN OKU TIMUR POS
- CONTOH IKLAN KORAN PADANG EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN PAGAR ALAM POS
- CONTOH IKLAN KORAN PALEMBANG EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN PALEMBANG POS
- CONTOH IKLAN KORAN PALOPO POST
- CONTOH IKLAN KORAN PARE POST
- CONTOH IKLAN KORAN POS KUPANG
- CONTOH IKLAN KORAN PASUNDAN EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN PEDOMAN RAKYAT
- CONTOH IKLAN KORAN PEKANBARU MX
- CONTOH IKLAN KORAN PEKANBARU POS
- CONTOH IKLAN KORAN PELITA
- CONTOH IKLAN KORAN PIKIRAN RAKYAT
- CONTOH IKLAN KORAN PONTIANAK POST
- CONTOH IKLAN KORAN POS BELITUNG
- CONTOH IKLAN KORAN POS KOTA
- CONTOH IKLAN KORAN POS METRO BATAM
- CONTOH IKLAN KORAN POS METRO MEDAN
- CONTOH IKLAN KORAN POS METRO PADANG
- CONTOH IKLAN KORAN POSMETRO JAMBI
- CONTOH IKLAN KORAN PRABUMULIH POS
- CONTOH IKLAN KORAN PROHABA
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR BALI
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR BANDUNG
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR BANGKA
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR BANJARMASIN
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR BANTEN
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR BANYUMAS
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR BANYUWANGI
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR BEKASI
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR BENGKULU
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR BOGOR
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR BOJONEGORO
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR BONE
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR BROMO
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR BULUKUMBA
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR BUNGO TEBO
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR CIANJUR
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR CIREBON
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR DEPOK
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR GARUT
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR INDRAMAYU
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR JEMBER
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR JOGJA
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR JOGYA
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR JUNIOR
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR KARAWANG
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR KEDIRI
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR KEPAHIANG
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR KERINCI
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR KOTABUMI
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR KUDUS
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR LAMBAR
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR LAMPUNG
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR LAMSEL
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR LAMTENG
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR LOMBOK
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR MADIUN
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR MADURA
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR MALANG
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR MANDALIKA
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR METRO
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR MOJOKERTO
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR MUKO MUKO
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR PALEMBANG
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR PAT PETULAI
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR PEKALONGAN
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR SAMPIT
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR SARKO
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR SELATAN
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR SEMARANG
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR SOLO
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR SORONG
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR SUKABUMI
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR SULBAR
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR SUMBAWA
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR SUMEDANG
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR SURABAYA
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR TANGGAMUS
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR TANJAB
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR TARAKAN
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR TASIKMALAYA
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR TEBO
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR TEGAL
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR TUBA
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR TULUNGAGUNG
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR UTARA
- CONTOH IKLAN KORAN RADAR BUTON
- CONTOH IKLAN KORAN RADARINDRAMAYU
- CONTOH IKLAN KORAN RAKYAT BENGKULU
- CONTOH IKLAN KORAN RAKYAT MERDEKA
- CONTOH IKLAN KORAN RAKYAT ACEH
- CONTOH IKLAN KORAN RAKYAT CIREBON
- CONTOH IKLAN KORAN RAKYAT JAMBI
- CONTOH IKLAN KORAN RAKYAT JATENG
- CONTOH IKLAN KORAN RAKYAT KALBAR
- CONTOH IKLAN KORAN RAKYAT LAMPUNG
- CONTOH IKLAN KORAN RAKYAT MERDEKA
- CONTOH IKLAN KORAN RAKYAT SUMBAR
- CONTOH IKLAN KORAN REPUBLIKA
- CONTOH IKLAN KORAN RIAU POS
- CONTOH IKLAN KORAN RIAU POST
- CONTOH IKLAN KORAN SAMARINDA
- CONTOH IKLAN KORAN SAMARINDA POST
- CONTOH IKLAN KORAN SAMARINDA SATELIT NES
- CONTOH IKLAN KORAN SATELIT NEWS
- CONTOH IKLAN KORAN SEASONAL TABLOID
- CONTOH IKLAN KORAN SERAMBI INDONESIA
- CONTOH IKLAN KORAN SERAMBI UMMAH
- CONTOH IKLAN KORAN SHANGBAO
- CONTOH IKLAN KORAN SINAR HARAPAN
- CONTOH IKLAN KORAN SINDO
- CONTOH IKLAN KORAN SOLO POST
- CONTOH IKLAN KORAN SOROLANGUN EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN SRIWIJAYA POST
- CONTOH IKLAN KORAN SUARA KARYA
- CONTOH IKLAN KORAN SUARA MERDEKA
- CONTOH IKLAN KORAN SUARA PEMBARUAN
- CONTOH IKLAN KORAN SUMATERA EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN SUMATRA EXPRESS
- CONTOH IKLAN KORAN SUMEDANG EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN SUMUT POS
- CONTOH IKLAN KORAN SURABAYA POST
- CONTOH IKLAN KORAN SURYA
- CONTOH IKLAN KORAN TANGERANG EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN TANGSEL POS
- CONTOH IKLAN KORAN TANJAB EKPRES
- CONTOH IKLAN KORAN TANJUNGPINANG POS
- CONTOH IKLAN KORAN TARAKAN
- CONTOH IKLAN KORAN TEMPO
- CONTOH IKLAN KORAN TIMIKA
- CONTOH IKLAN KORAN TIMOR EXPRES
- CONTOH IKLAN KORAN TIMOR EXPRESS
- CONTOH IKLAN KORAN TIMUR EKSPRES
- CONTOH IKLAN KORAN TOPSKOR
- CONTOH IKLAN KORAN TOUR DE JAVA
- CONTOH IKLAN KORAN TRANS LAMPUNG
- CONTOH IKLAN KORAN TRIBUN BALI
- CONTOH IKLAN KORAN TRIBUN BATAM
- CONTOH IKLAN KORAN TRIBUN JABAR
- CONTOH IKLAN KORAN TRIBUN JAMBI
- CONTOH IKLAN KORAN TRIBUN JOGJA
- CONTOH IKLAN KORAN TRIBUN JATENG
- CONTOH IKLAN KORAN TRIBUN KALTIM
- CONTOH IKLAN KORAN TRIBUN KALTIM POST
- CONTOH IKLAN KORAN TRIBUN LAMPUNG
- CONTOH IKLAN KORAN TRIBUN MANODO
- CONTOH IKLAN KORAN TRIBUN MEDAN
- CONTOH IKLAN KORAN TRIBUN PEKANBARU
- CONTOH IKLAN KORAN TRIBUN PONTIANAK
- CONTOH IKLAN KORAN TRIBUN SUMSEL
- CONTOH IKLAN KORAN TRIBUN TIMUR
- CONTOH IKLAN KORAN UJUNG PANDANG EXPRESS
- CONTOH IKLAN KORAN WARTA KOTA
- CONTOH IKLAN KORAN WASPADA
Profil Harian Kompas
Harian Kompas adalah nama surat kabar Indonesia yang
berkantor pusat di Jakarta. Koran Kompas diterbitkan oleh
PT Kompas
Media Nusantara yang merupakan bagian dari Kelompok Kompas Gramedia (KG).
Untuk memudahkan akses bagi pembaca di seluruh dunia, Kompas juga terbit dalam bentuk daring bernama KOMPAS.Com yang
dikelola oleh PT Kompas Cyber Media. KOMPAS.Com berisi berita-berita yang
diperbarui secara aktual & juga memiliki sub kanal koran Kompas
dalam bentuk digital.
Harian Kompas adalah satu di
antara dua (2) koran di Indonesia yang diaudit oleh Audit Bureau of
Circulations (ABC). Koran lainnya yang juga diaudit adalah Warta Kota.

Pendiri Kompas

Cuplikan dari harian Kompas edisi Selasa, 22
Januari 1985.
Ide awal penerbitan harian ini
datang dari Jenderal Ahmad Yani, yang mengutarakan keinginannya
kepada Frans Seda untuk menerbitkan surat kabar yang berimbang, kredibel,
& independen. Frans kemudian mengemukakan keinginan itu kepada dua teman
baiknya, P.K. Ojong (1920-1980) & Jakob Oetama yang
pada waktu itu sudah mengelola majalah Intisari yang terbit tahun
1963. Ojong langsung menyetujui ide itu & menjadikan Jakob Oetama sebagai
editor in-chief pertamanya.
Awalnya harian ini diterbitkan
dengan nama Bentara Rakyat.Salah satu alasannya, kata Frans Seda, nama
Bentara sesuai dengan selera orang Flores. Majalah Bentara, katanya, juga
sangat populer di sana. Atas usul Presiden Sukarno, namanya diubah menjadi
Kompas,
pemberi arah & jalan dalam mengarungi lautan & hutan rimba.
Setelah mengumpulkan tanda bukti
3000 calon pelanggan sebagai syarat izin penerbitan, akhirnya Kompas
terbit pertama kali pada tanggal 28 Juni 1965. Pada mulanya kantor redaksi
Kompas
masih menumpang di rumah Jakob Oetama, kemudian berpindah menumpang di
kantor redaksi Majalah Intisari. Pada terbitan per&anya, Kompas
hanya terbit dengan empat (4) halaman dengan iklan yang hanya berjumlah enam
(6) buah. Selanjutnya, pada masa-masa awal berdirinya (1965) Koran Kompas
terbit sebagai surat kabar mingguan dengan 8 halaman, lalu terbit 4 kali
seminggu, & hanya dalam kurun waktu 2 tahun telah berkembang menjadi surat
kabar harian nasional dengan oplah mencapai 30.650 eksemplar..
Seiring dengan pertumbuhannya,
seperti kebanyakan surat kabar yang lain, harian Kompas saat ini dibagi
menjadi tiga bagian (section), yaitu bagian depan yang memuat
berita nasional & internasional, bagian berita bisnis & keuangan,
bagian berita olahraga & iklan baris yang disebut dengan klasika.
Harian Kompas diterbitkan oleh
PT Kompas
Media Nusantara.
Oplah & Pembaca
Kompas mulai terbit pada
tanggal 28 Juni 1965 berkantor di Jakarta Pusat dengan
tiras 4.800 eksemplar. Sejak tahun 1969, Kompas merajai penjualan
surat kabar secara nasional. Pada tahun 2004, tiras hariannya mencapai
530.000 eksemplar, khusus untuk edisiMinggunya malah mencapai 610.000
eksemplar. Pembaca koran ini mencapai 2,25 juta orang di seluruh Indonesia.
Saat ini (2011), Harian Kompas
Cetak (bukan versi digital) memiliki sirkulasi oplah rata-rata 500.000
eksemplar per hari, dengan rata-rata jumlah pembaca mencapai 1.850.000 orang
per hari yang terdistribusi ke seluruh wilayah Indonesia. Dengan oplah
rata-rata 500 ribu eksemplar setiap hari & mencapai 600 ribu eksemplar
untuk edisi Minggu , Kompas tidak hanya merupakan koran
dengan oplah (sirkulasi) terbesar di Indonesia, tetapi juga di Asia
Tenggara. Untuk memastikan akuntabilitas distribusi harian Kompas, Koran Kompas
menggunakan jasa ABC (Audit Bureau of Circulations) untuk melakukan audit
semenjak tahun 1976
Berdasarkan hasil survey pembaca
tahun 2008, Profil pembaca Koran Kompas mayoritas berasal dari
kalangan (Strata Ekonomi & Sosial) menengah ke atas (SES AB) yang tercermin
dari latar belakang pendidikan & kondisi keuangan.
Pembredelan & gugatan kasus hukum
Tahun 1965, Larangan terbit
pertama, terkait dengan peristiwa G30S/PKI. Pada tanggal 1 Oktober 1965 malam,
pemerintah melarang sejumlah koran yang terbit di Jakarta untuk terbit.
Larangan tersebut hanya diberlakukan empat hari. Pada tanggal 6 Oktober 1965
larangan tersebut dicabut, Kompas & sejumlah koran lainnya
kembali terbit.
- Tahun 1978, Larangan terbit kedua, menyusul
pemberitaan pencalonan Soeharto sebagai presiden untuk ketiga kalinya.
Pada tahun 21 Januari 1978, menyusul pemberitaan pencalonan
Soeharto sebagai presiden untuk ketiga kalinya & demo menentang
korupsi yang marak, tujuh harian (Kompas, Sinar Harapan, Merdeka, Pelita, The
Indonesian Times, Sinar Pagi, & Pos Sore) dilarang terbit
atas perintah Sudomo.
- Tahun 2006, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Bambang
Wisudo & pembatalannya (2008). Pada tanggal 8 Desember 2006, Bambang
Wisudo (wartawan) menerima surat pemecatan. Pada tanggal 12 Desember 2008,
sekitar dua (2) tahun sesudahnya, diterbitkan surat pencabutan keputusan
PHK Kompas terhadap Bambang Wisudo.
- Tahun 2009, Gugatan perdata Raymond Teddy. Raymond
Teddy melakukan gugatan perdata terhadap sejumlah media (Kompas, RCTI, Republika, Detikcom,
Seputar Indonesia, Warta Kota, & Suara Pembaruan) atas penyebutan
dirinya sebagai bandar judi.
- Tahun 2010, Aburizal Bakrie melaporkan sejumlah
media ke Polisi & Dewan Pers. Sejumlah media masa tersebut
dilaporkan karena memberitakan pertemuan Aburizal Bakrie dengan terdakwa
mafia pajak Gayus Tambunan di Bali.
Desain, tata letak & ukuran

Tampilan & Rubrikasi Kompas
Setelah Redesign
Saat pertama kali terbit sampai
dengan tanggal 27 Juni 2005, Kompas menggunakan ukuran broadsheet 9
Kolom & tampil dengan warna hitam putih. Pada tanggal 28 Juni 2005 Kompas
melakukan perubahan terhadap ukuran kertas yang digunakan, menjadi lebih kecil
atau sering juga disebut young broadsheet 7 kolom. Perubahan
ukuran kertas & jumlah kolom yang lebih sedikit berdampak juga pada tata
letak tulisan redaksi & iklan.
Perubahan yang paling mencolok
adalah pergantian warna pada masthead yang semula berwarna
hitam diubah menjadi biru. Pada halaman depannya juga terdapat penggunaan
navigasi yang membantu pembaca untuk menuju rubrik atau berita tertentu.
Penggunaan warna selain hitam pada tulisan, judul maupun penamaan rubrik juga
menjadi perubahan yang sangat terlihat & terasa.
Pengurangan ruang tulisan tidak
bisa dihindari, hal ini karena ukuran koran Kompas menjadi lebih
kecil (tidak selebar sebelumnya).
Perubahan lainnya yang juga
sangat terasa adalah pada berita, Kompas mulai menggunakan byline & firewall pada
penulisan beritanya serta pemisahan iklan baris kedalam satu bagian khusus
bernama Klasika. Penggunaan byline akan membuat berita
menjadi lebih terjamin akutabilitasnya, hal ini karena nama wartawan atau
reporter yang menulis berita tersebut tertera dengan jelas, tidak hanya berupa
kode seperti sebelumnya. Penggunaan firewall (tembok pembatas)
juga akan memberi pemisah yang jelas antara tulisan karya jurnalistik yang
berasal dari wartawan/reporter dengan tulisan atau gambar iklan. Iklan
ditempatkan sekaligus sebagai informasi, dikelompokkan dalam seksi Klasika,
nama baru untuk terjemahan Classified Add yang merupakan modus
pertama bagi koran di Indonesia tapi sudah berlangsung lama bagi koran lain di
luar negeri.[21]
Untuk mengelompokkan berita
maupun iklan, diperkenalkan istilah baru upperdeck. Upperdeck adalah
tulisan berwarna merah diatas judul berita maupun iklan di bagian klasika yang
berfungsi sebagai kata kunci.
Berkaitan dengan perubahan harian
Kompas,
terdapat tembok pembatas yang jelas antara berita bagian atas & iklan
bagian bawah.
Dalam melakukan perubahan, Kompas
melakukan persiapan selama satu tahun dengan menggunakan jasa konsultan Garcia
Media yang dikepalai oleh Mario Garcia yang berasal dari
Amerika. Tim Garcia Media mengerjakan proyek ini bersama dengan tim Kompas
selama lebih dari 7 bulan.
Percetakan & Distribusi
Percetakan
Pada awalnya harian Kompas
dicetak di percetakan PT Keng Po. Seiring perkembangan oplah yang semakin
meningkat, & agar dapat menjamin Kompas dapat terbit pagi hari, dipan&g
perlu memiliki usaha percetakan sendiri. Pada tahun 1971 perusahaan mendirikan
Percetakan Gramedia di Jalan Palmerah Selatan, yang mulai beroperasi pada bulan
Agustus 1972, & diresmikan pada tanggal 25 November 1972 oleh Ali Sadikin,
selaku Gubernur DKI Jakarta saat itu. Dalam perkembangannya, pada tahun 1997
dibangunlah sistem cetak jarak jauh (remote printing) sebagai terobosan baru
teknologi percetakan untuk mempercepat distribusi koran harian KOMPAS
di daerah.
Percetakan (cetak) jarak jauh
Sebagai Koran yang memposisikan
diri sebagai koran nasional, Kompas menggunakan fasiltas
percetakan jarak jauh untuk memproduksi koran harian & melakukan distribusi
dari banyak lokasi. Pada awal berdirinya, Kompas hanya dicetak di Jakarta &
setiap hari melakukan pengiriman koran menggunakan berbagai sarana transportasi
(roda empat, roda dua, & pesawat) ke barbagai wilayah tujuan di
Indonesia. Seiring dengan tuntutan jam kedatangan yang semakin pagi oleh
pembaca & pelanggannya, maka Kompas juga di cetak di berbagai
wilayah selain Jakarta.
- 1997, Mulai dicetak di Bawen, Jawa Tengah.
Oleh PT Bawen Media Tama
- 1997, Mulai dicetak di Makassar
- 1999, Mulai dicetak di Rungkut, Jawa Timur.
Oleh PT Antar Surya Jaya
- 2001, Mulai dicetak di Palembang
- 2002, Mulai dicetak di Banjarmasin
- 2003, Mulai dicetak di Deli Ser&g, Me&.
Oleh PT Me& Media Grafika
- 2006, Mulai dicetak di Rancaekek , Sume&g.
Oleh PT Gramedia Unit Bandung
- 2009, Mulai dicetak di Gianyar, Bali.
Oleh Gramedia Bali Site
Keagenan
Untuk mendistribusikan &
menjual koran Kompas sampai ke konsumen, pihak Kompas menggunakan sistem
perantara keagenan yang bisa disebut dengan agen koran. Agen koran memiliki
loper untuk mengirimkan & menagih tagihan koran ke pelanggan Kompas.
Ada dua model agen penyalur Kompas
- Agen Konvensinal (menjual produk koran lain juga)
- Agen Kompas (hanya menjual &
mendistribusikan produk Kompas) dibawah PT. Jasatama
Polamedia.
Pada awalnya, sirkulasi Kompas
dilakukan sendiri dibawah manajemen PT. Kompas Media Nusantara. Hingga pada
tanggal 1 Januari 2009, sirkulasi Kompas berada dibawah naungan
PT.Sirkulasi Kompas Gramedia (SKG). Unit ini merupakan hasil penggabungan
seluruh Departemen Sirkulasi/Distribusi media di Kompas Gramedia.
Kompas digital
KOMPAS ePaper
KOMPAS ePaper adalah koran digital Kompas
dalam bentuk elektronik yang diproduksi oleh PT Kompas Media Nusantara
yang merupakan bagian dari Kelompok Kompas Gramedia. KOMPAS
ePaper diluncurkan pertama kali pada tanggal 1 Juli 2009. Inovasi &
inisiatif ini sebenarnya telah ada dari tahun 2008, akan tetapi baru bisa
diakses pada tanggal tersebut setelah melalui beberapa perbaikan & uji coba purwarupa.
Isi KOMPAS ePaper ini tidak
sama dengan Kompas.com.
Apabila pada Kompas.com, informasi-informasi yang diberikan berbeda dengan Kompas
versi kertas koran, maka KOMPAS ePaper memiliki isi (berita &
iklan) yang sama dengan Kompas versi kertas koran. Perbedaan
mendasarnya hanya pada mediumnya saja, tidak lagi menggunakan kertas koran,
melainkan dalam bentuk digital atau sering juga disebut dengan epaper. Pada
saat peluncurannnya, akses KOMPAS ePaper tidak memungut biaya,
namun membutuhkan plugin tambahan yaitu Microsoft Silverlight yang
wajib dipasang terlebih dahulu pada Peramban web yang digunakan.
Digital
Per 1 Mei 2011, untuk mengakses digital.kompas.com harus
melakukan pembayaran terlebih dahulu, sistem langganan berbayar ini meliputi KOMPAS Cetak, KOMPAS Reader & KOMPAS ePaper.[31][32] Selain
versi Microsoft Silverlight yang kaya fitur & interaktif, KOMPAS
ePaper juga dapat diakses lebih mudah & cepat melaluiPeramban web biasa tanpa Microsoft
Silverlight dengan syarat fitur Javascript pada perambah
tersebut dalam status terpasang & aktif.
SCOOP

Logo Kompas Kiosk By Scoop
Pada tanggal 15 Maret 2013,
produk ePaper Kompas tersedia & dapat diunduh melalui aplikasi mobile SCOOP yang
tersedia di platform Android & iOS. Mulai 20 Maret 2013,
harian Kompas versi digital di Scoop akan dikenakan biaya langganann
sebesar 29,99 dollar AS untuk paket 3 bulan, 59,99 dollar AS untuk paket 6
bulan, & 119,99 dollar AS untuk paket 1 tahun. Untuk dapat menikmati produk
epaper Kompas di SCOOP pada berbagai platform tanpa melakukan
pembelian kembali, pengguna harus membuat akun SCOOP ID terlebih dahulu. Akun
tersebut kemudian digunakan pada berbagai platform.
Scoop atau 'Scoop
Store' merupakan aplikasi mobile yang dikembangkan oleh perusahaan bernama Apps-Foundry.
Selain menjual produk Kompas, aplikasi ini juga menjual
produk dari penerbitan lain dalam berbagai format di luar koran seperti majalah
& buku. Terkait dengan kontrak eksklusif Kompas &
Apps-Foundry, Kompas juga mengeluarkan aplikasi mobile tersendiri bernama Kompas Kiosk By Scoop untuk
membaca koran dalam bentuk epaper. Pada aplikasi yang terlepas dari Scoop Store
ini, produk Kompas Pagi & Kompas Siang bisa diakses dengan
hanya membayar salah satu produk saja.
Aplikasi ini dikembangkan
menggunakan teknologi yang sama dengan Scoop Store & baru
tersedia untuk versi iOS.
KOMPAS Cetak
KOMPAS Cetak adalah koran digital Kompas
versi elektronik. Akses Kompas cetak melalui Peramban
web tidak membutuhkan plugin tambahan. Berita yang ada
disini sama persis dengan yang ada pada versi cetak (non-elektronik) namun ka&g
ada berita yang tidak ditambahkan di sini. Iklan yang ada pada versi cetak
(non-elektronik) pun ditiadakan disini.
Mulai tanggal 1 Juli 2010 Harian Kompas
edisi cetak di Kompas.com seluruhnya berganti menjadi edisi ePaper Harian Kompas.[36] Pada
Agustus 2010, Kompas Cetak kembali lagi dengan desain baru.
Saat ini (2011), KOMPAS
Cetak kembali dapat diakses melalui daring. Terdapat perbedaan penulisan
produk dengan versi sebelumnya, awalnya bernama KOMPAS Cetak(penulisan dipisah) kemudian ditulis KOMPASCetak (penulisan
disambung). Dapat diakses di KOMPASCetak.com. Selain perubahan
cara penulisan produk, KOMPASCetak.com telah diperbaharui
kembali dengan menambahkan berbagai sarana pencarian & kemudahan berbagi di
jejaring sosial. Perbaikan berikutnya adalah kemudahan akses baik melalui Peramban
web dari Desktop maupun melalui perangkat bergerak (mobile).
KOMPAS Editor's Choice
iPad
KOMPAS Editor's Choice untuk iPad adalah
sebuah bentuk publikasi baru (berbeda dari Kompas versi kertas koran) yang
diproduksi oleh PT Kompas Media Nusantara yang hanya dapat diakses melalui
perangkat iPad (Apple). Aplikasi pertama dari Indonesia yang bisa
diunduh dari AppStore ini dapat menampilkan foto peristiwa &
video beresolusi tinggi yang memang dioptimalkan untuk layar iPad.
Blackberry PlayBook
KOMPAS Editor's Choice untuk BlackBerry Playbook adalah
publikasi baru yang mirip dengan KOMPAS
Editor's Choice untuk iPad, perbedaan mendasarnya adalah
aplikasi ini khusus ditujukan untuk pengguna tablet BlackBerry Playbook yang
dapat diunduh melalui BlackBerry AppWorld. Aplikasi ini telah
tersedia bersamaan dengan diluncurkan Blackberry Playbook di Indonesia oleh
pihak RIM pada tanggal 7 Juli 2011.
Jendela Indonesia
Jendela Indonesia (Window
of Indonesia) adalah publikasi pada perangkat iPad yang ditujukan untuk menampilkan
ase/sumber daya alam & budaya Indonesia kepada masyarakat luas termasuk
dunia internasional. Aplikasi yang rutin terbit tiap sabtu ini juga menampilkan
informasi tambahan berupa peta, lokasi hotel & berbagai informasi lainnya
yang menunjukkan potensi suatu wilayah. Konten yang ditampilkan juga tidak
selalu berasal dari Koran Kompas versi cetak, tampilan 3D &
video yang tidak mungkin ditampilkan pada medium kertas koran dapat disimak
pada aplikasi ini.
KOMPAS Reader 1.0
KOMPAS Reader 1.0 adalah koran digital Kompas
versi elektronik. KOMPAS Reader 1.0 merupakan aplikasi
yang dapat dipasang pada sebuah sistem operasi (Windows,MacOS, & Linux). Aplikasi
ini membutuhkan komponen Adobe Air agar dapat diunduh, dipasang &
dijalankan pada salah satu sistem operasi yang disebutkan sebelumnya.
Aplikasinya sendiri bersifat gratis, namu untuk dapat mengunduh & melakukan
sinkronisasi isi haru terlebih dahulu melakukan pembayaran (langganan).
Tampilan isi (berita & iklan) pada aplikasi ini sama dengan versi Kompas
yang dicetak di kertas koran. Pengguna aplikasi ini juga dapat menikmati konten
Kompas
tanpa harus selalu terhubung dengan lingkungan daring.
Aplikasi KOMPAS Reader ini pertama
kali dikembangkan oleh Dody Dharma, yang pada saat itu merupakan mahasiswa
tingkat akhir Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kode QR (dakode) (QR Code)
Menjelang ulang tahun yang ke-44,
harian Kompas meluncurkan penggunaan teknologi QR code yang akan
meningkatkan interaksi antara harian Kompas & para pembacanya. Harian
ini yang pertama di antara surat kabar nasional yang menggunakan QR code. Kode_QR adalah
sebuah kode matriks atau barcode 2 dimensi yang diciptakan perusahaan Jepang,
Denso-Wave tahun 1994. Kata QR, kependekan dari quick response, sesuai
tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi & mendapatkan respons dengan
cepat. Kode_QR pada harian Kompas berfungsi sebagai ”jembatan”
penghubung antara konten offline & konten online. Kode ini memungkinkan
audiens berinteraksi dengan media yang ditempelinya (Koran Kompas) melalui ponsel
secara efektif & efisien. Kode_QR bertindak seolah-olah hyperlink
fisik yang dapat menyimpan alamat web (URL), nomor telepon, teks, & SMS.
Kompas Augmented Reality (AR)
Kompas adalah koran
pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Augmented Reality (AR)
pada medium kertas koran. Augmented Reality atau dalam bahasa
Indonesia disebut Realita tertambah pada koran Kompas berupa gambar yang
bila ditangkap oleh kamera pada komputer akan menampilkan informasi tambahan
berupa animasi tiga dimensi (3D) pada peramban web.
Aplikasi Teka-teki Silang Kompas
(TTS Kompas) di Blackberry
Setiap hari minggu, koran Kompas
menampilkan Teka-teki silang bagi para pembacanya. Sejak bulan
November 2010, Koran Kompas juga menghadirkan aplikasi Teka-teki
silang pada perangkat bergerak mobile Blackberry.
Aplikasi TTS Kompas pada perangkat Blackberry ini lahir dari kompetisi KIAD yang
diikuti oleh 186 peserta.
Subscribe to:
Posts (Atom)










